Like on Facebook

Tampilkan postingan dengan label Batu Berlian. Tampilkan semua postingan

Belajar mengenal berlian (2)




Color


Selain putih, berlian ternyata memiliki warna lain seperti: merah, biru, hijau dan kuning terang atau canary. Semua batu tersebut berada pada tingkatan Z dan disebut dengan nama berlian “fancy”.

Berlian murni dengan warna cemerlang sangat jarang ditemukan dan dapat dijual lebih mahal perkaratnya dibandingkan dengan berlian putih biasa.

Memang cukup sulit membandingkan kualitas warna berlian, karenanya dibutuhkan penjelasan yang tepat tentang warna sebelum membelinya. Jikapun ada berlian yang disebut fancy yellow diamond, ini bukan berlian kuning yang berkualitas lebih rendah.
Justru, berlian jenis ini sangat langka karena memiliki warna asli yang ditemukan saat penambangan. Selain kuning, terdapat juga berlian langka berwarna pink, biru, atau hijau. Berlian ini tak ada patokan harga dan bisa naik setinggi-tingginya.

Berlian Yang Sesungguhnya

Kebanyakan orang yang pernah mendengar kata diamond atau intan, atau di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan berlian, pasti berfikir bahwa benda itu berharga mahal. Sesungguhnya tidak semua berlian mahal, hanya berlian sedikit yang mahal.

Berlian mempunyai komposisi kimiawi amat sederhana, yaitu unsur karbon dan terdapat pada tumbuh-tumbuhan, makhluk hidup serta berbagai macam batuan yang dibentuk oleh alam dalam kondisi temperatur dan tekanan bumi sangat tinggi selama milyaran tahun hingga muncul berlian yang itu kenal saat ini.

Penyebab Warna Berlian.
Saat unsur karbon bergabung dengan unsur nitrogen, itulah kristalisasi berlian berlangsung. Terbentuklah berlian berwarna semu kuning. Jika makin bayak unsur nitrogen maka warna berlian akan semakin kuning. Semakin sedikit unsur nitrogen maka semakin sedikit warna kekuningan. Pada berlian yang sangat putih (Warna D pada skala warna GIA) maka tidak ditemukan unsur nitrogen sama sekali.

Berlian Hope yang berwarna biru, mengandung unsur boron yang berperan sebagai penyebab warna biru.
Berlian berwarna hijau, sebab radiasi alamiah pada saat proses kristalisasi terjadi di dalam perut bumi.
Berlian berwarna pink, merah, dan cokelat, terjadi karena susunan struktur - struktur atomnya yang rusak atau mengalami deformasi.

Beberapa Tipe Berlian
Secara garis besar berlian dapat dikelompokkan dalam beberapa tipe, yaitu :

TIPE IA, adalah berlian yang mengandung unsur nitrogen dan pada umumnya berwarna semu kuning sangat muda hingga agak tua : 99 persen berlian yang ditemukan berasal dari Tipe IA
TIPE IB, adalah berlian yang mengandung satu unsur nitrogen dan biasanya berupa fancy yellow diamond.
TIPE IIA, adalah berlian yang bebas dari kandungan unsur nitrogen , umumnya berwarna putih, ada pula yang berwarna cokelat.
TIPE IIB, adalah berlian yang mengandung unsur boron dan berwarna biru, berlian tipe IIB sangat langka.



Brown, masternya berlian 

Bayangkan berlian warna gelembung sampanye , berkilau saat mereka bangkit dalam gelas kristal , atau naungan cognac hangat , menangkap cahaya di setiap sudut . Atau bahkan kemilau madu dan karamel , butterscotch dan cokelat , licin hening saat mereka bersinar .

Nuansa dan warna berlian coklat , biasanya dikelompokkan di bawah kategori berlian sampanye , bisa menjadi terang dan merah muda - bubbly sebagai elit , anggur effervescent , atau gelap, kaya dan pedas seperti kayu manis , pala dan cengkeh , tetapi apakah espresso - dalam atau café au lait - lembut, berkilau mereka , api dan flash adalah sebagai sangat menawan hangat sebagai berlian putih terputih dingin .

Tidak heran berlian putih disebut " es. "

Tapi berlian coklat sangat " panas. " Dan semakin panas .

Dan permintaan untuk berlian sampanye telah meningkat . Dalam beberapa tahun terakhir , $ 5 milyar champagne dan cognac perhiasan berlian telah dijual setiap tahun di seluruh dunia , yang berarti permata ini adalah berlian alami berwarna paling mudah bagi konsumen . Karena semakin banyak selebriti telah terlihat olahraga semua nuansa berlian coklat di karpet merah , popularitas ini keindahan alam telah lepas landas .

Ditemukan di Australia , Afrika , dan Rusia , penghasil berlian sampanye terbesar adalah Argyle Diamond Mine , yang terletak di sudut terpencil barat laut Australia . Tambang ini mulai memproduksi pada tahun 1979 dan bersama dengan champagne dan cognac berlian , juga memproduksi putih dan semua jenis mewah berwarna berlian kuning , biru, oranye , hijau, merah , ungu dan pink . Coklat dan kuning adalah yang paling umum berlian alami berwarna , merah, biru dan hijau sangat langka , dan pink adalah yang paling langka . Beberapa berlian coklat dan kuning dapat disinari dan dipanaskan untuk menghasilkan nuansa biru, merah , dan hijau , tapi warna-warna artifisial yang dibuat tidak seperti yang dinilai sebagai yang alami yang dibuat oleh Ibu Pertiwi .

Berlian sampanye diciptakan oleh lebih dari 3 miliar tahun tekanan geologi . Kompresi berlian kisi jaringan oleh pasukan yang luar biasa jauh di dalam bumi dikatakan telah menciptakan permata ini .

Argyle Tambang memiliki sistem penilaian hanya untuk berlian coklat. Mereka dinilai sesuai dengan warna, potong , dan kejelasan .

warna

Sampanye C1 - C2 -light

Sampanye C3 - C4 - menengah

Sampanye C5 - C6 - gelap

C7 - cognac mewah

Bad pemotongan dapat mempengaruhi warna berlian , sehingga lebih baik dipotong, baik presentasi warna berlian . Jumlah warna biasanya melebihi kejelasan, kecuali batu itu tampak ditandai / disertakan.



Informasi Tentang Berlian Sintetis

Intan sintetis (bahasa Inggris: Diamond carbon (nomina) ) adalah intan sedangkan Diamond non-carbon {adjektiva} (lihat: Diamond Swarovsky) lebih merujuk pada teknologi cutting atau pemotongan yang dibuat dengan proses teknologi, bukan dengan proses geologis seperti intan alami. intan sintetis juga dikenal dengan nama intan HPHT dan Berlian CVD, di mana kedua nama tersebut merupakan jenis metode pembuatannya (high pressure high temperature dan chemical vapor deposition).

Beberapa klaim tentang berlian sintetis diketahui antara 1879 hingga 1928, seluruh pecobaan yang dilakukan secara hati-hati dianalisa, namun tidak ada yang dikonfirmasi. Pada tahun 1940, penelitian secara sistematis dimulai di Amerika Serikat, Swedia, dan Uni Soviet untuk menumbuhkan berlian menggunakan proses CVD dan HPHT. Sintetis yang mampu dilakukan ulang dilaporkan sekitar tahun 1953. Kedua proses masih mendominasi pembuatan berlian sintetis. Metode ketiga, sintesis peledakkan, telah memasuki pasar berlian di akhir tahun 1990an. Pada proses ini, butiran berlian berukuran nanometer dibuat dengan meledakkan karbon yang mengandung bahan peledak. Metode keempat, mengolah grafit dengan ultrasonik berkekuatan tinggi, telah dilakukan di laboratorium, namun belum ada aplikasi komersialnya.

Sifat berlian sintetis bergantung pada detail proses pembuatannya, dan dapat melebihi sifat berlian alami. Sifat kekerasan, konduktivitas termal, dan mobilitas elektronnya dapat melebihi berlian alami. Akibatnya, berlian sintetis secara luas dipergunakan untuk abrasif, pemotong dan alat penghalus dan peredam panas. Aplikasi elektronik berlian sintetis ada pada saklar berkekuatan tinggi pada pembangkit listrik, transistor medan efek berfrekuensi tinggi, dan LED. Detektor sinar ultraviolet atau partikel berenergi tinggi yang terbuat dari berlian sintetis digunakan pada fasilitas penelitian berenergi tinggi dan tersedia secara komersial. Karena kombinasi yang unik antara kestabilan termal dan kimia, pemuaian pada suhu rendah, dan sangat bening pada range spektrum yang luas, berlian sintetis menjadi material yang paling populer untuk jendela optis pada laser CO2 berkekuatan tinggi dan gyrotron.

Berlian CVD dan HPHT dapat dipotong menjadi batu perhiasan dan berbagai variasi warna dapat diproduksi menggunakan kedua metode ini: puith jernih, kuning, coklat biru, hijau, dan jingga. Penampilan batu perhiasan sintetis di pasar menghasilkan kekhawatiran pada perdagangan berlian alami, sehingga alat dan teknik spektroskopik khusus telah dikembangkan untuk membedakan berlian sintetis dan berlian alami.

Crystal 



Cristal atau sering ditulis kristal adalah mineral yang terdapat di dalam batu berlian. Kristal yang sepenuhnya berada di dalam berlian disebut kristal terinklusi. Kristal bisa terdapat dalam beragai ukuran, berwarna ataupun tidak, soliter ataupun banyak. Orang sering menyebutnya 'bubbles', namun sebenarnya ini adalah istilah yang kurang tepat. Kristal berwarna gelap sering kali disebut titik karbon, padahal itu juga terminologi yang kurang tepat. Pencahayaan dapat mempengaruhi tampilan kristal. Dibawah cahaya berlebih, kristal terinklusi dan berbagai mineral lain yang hampir tak berwarna dapat terlihat hitam/gelap.



Laser Drill-Hole 


Merupakan sebuah lubang atau saluran kecil yang sengaja dibuat dengan sinar laser sebagai jalan penghantaran sejenis asam ke bagian dalam berlian dengan tujuan untuk menghilangkan atau memutihkan inklusi di dalam berlian agar tidak terlalu terlihat nyata. Saluran ini bermula d ari permukaan luar hingga bagian dalam berlian dimana terdapat inklusi. Hal ini merupakan suatu perlakuan sinar laser pada batu mulia tersebut untuk menyamarkan inklusi agar berlian dapat terlihat bebas cacat secara mata biasa.



Contoh inklusi pada berlian



Round diamond dengan pembesaran 30x - pada berlian ini tampak adanya inklusi berbentuk fissur di bawah mahkota -. Daerah yang dilingkari menandakan lokasi fissur. Inklusi ini hanya dapat terlihat pada pembesaran 10x dan hampir tidak terlihat oleh mata biasa.




Feather 



Feather adalah istilah umum untuk setiap cacat pada berlian. Pada gambar diatas anda dapat menemukan feather yang disebut Bearded Girdle - Bearded girdle tersusun atas banyak feather dari pe rmukaan tepi hingga bagian dalam batu. Bila ringan akan terlihat seperti feather tipis pada perimeter batu. Bila berat, akan berwarna sedikit kelabu di sekeliling berlian.


Mengkilapkan Lagi Perhiasan dengan Barang Rumahan


BAGI kaum hawa, perhiasan adalah bagian penting dari penampilan. Namun, sayangnya, kemilau perhiasan dari emas, berlian, permata, dan perak, bisa memudar setelah lama digunakan.

Berikut ini kiat agar perhiasan dan permata lama mengkilap kembali hanya dengan menggunakan produk-produk yang ada di rumah

1. Alumunium Foil

Anda bisa membersihkan perhiasan cukup dengan menggunakan mangkuk dari alumunium foil. Caranya, isi mangkuk alumunium foil dengan air panas dan campurkan satu sendok makan pemutih bebas deterjen bubuk (bukan yang cair). Masukkan perhiasan dalam larutan dan rendam selama satu menit. Bilas dan biarkan kering. Prosedur ini menggunakan proses kimia yang disebut pertukaran ion, yang juga dapat digunakan untuk membersihkan perak.

2. Amoniak

Membuat perhiasan emas dan pernik-pernik perak kling kembali, rendam selama 10 menit dalam larutan setengah cangkir amoniak dalam satu gelas air hangat. Kemudian lap dengan kain lembut dan biarkan kering. Jangan lakukan ini untuk perhiasan mutiara, karena bisa merusak permukaan halus mutiara.

3. Baking soda

Untuk menghapus noda pada perak, buatlah pasta dari seperempat cangkir baking soda dan dua sendok makan air. Gunakan dengan spons dan gosoklah dengan lembut, lalu bilas dan biarkan kering. Untuk memoles perhiasan emas, setelah dilap dengan baking soda, tuangkan sedikit cuka di atasnya, kemudian bilas hingga bersih, dan biarkan kering. Jangan gunakan teknik ini untuk perhiasan mutiara atau batu permata, karena bisa merusak permukaannya dan melonggarkan lemnya.

4. Bir

Gunakan bir (bukan bir hitam) untuk membuat emas kembali berkilau. Tuangkan sedikit bir ke kain lembut, lalu gosok secara perlahan. Setelah itu gunakan kain bersih lain untuk mengeringkan.

5. Soda

Untuk perhiasan dari batu permata Anda bisa gunakan soda. Rendam berlian, rubi, safir, atau zamrud ke dalam soda agar kembali kemilau. Cukup dengan merendamnya semalam ke dalam segelas penuh soda. Setelah itu bilas dan keringkan.

6. Pasta gigi

Taruh sedikit pasta gigi di sikat gigi bekas dan gunakan untuk membuat cincin berlian kembali berkilau. Kemudian bersihkan sisa pasta gigi dengan kain yang lembab.

7. Cuka

Untuk membuat perhiasan perak tampak seperti baru, rendamlah dalam campuran setengah cangkir cuka putih dan dua sendok makan baking soda. Rendam selama dua hingga tiga jam. Lalu bilas di bawah air dingin dan keringkan dengan kain lembut.

8. Vodka

Dalam keadaan darurat, beberapa tetes vodka akan membersihkan segala jenis kaca atau perhiasan dengan batu permata kristal. Usapkan kain yang telah ditetesi vodka pada kacamata atau cincin berlian selama beberapa menit agar berkilau kembali. Tapi jangan coba tips ini pada lensa kontak. Juga hindari alkohol pada setiap batu permata bukan kristal. Hanya berlian, zamrud, dan sejenisnya yang bisa menggunakan vodka sebagai pembersihnya.

9. Pembersih jendela

Gunakan cairan pembersih jendela untuk merapikan perhiasan dari logam atau mengandung kristal batu permata, seperti berlian atau batu rubi. Semprotkan, lalu gunakan sikat gigi bekas untuk membersihkan. Tapi jangan lakukan tips ini pada batu perhiasan yang permukaannya buram seperti opal atau pirus atau permata organik seperti karang atau mutiara.



Cara Membedakan Berlian Asli dengan Berlian Palsu


Berlian selalu menjadi daya tarik setiap wanita. Harganya yang mahal dan langka membuatnya sangat riskan untuk membelinya di toko perhiasan yang tidak terpercaya. Batu berlian yang asli dan palsu sangat sulit untuk dibedakan. Tetapi jika mengetahui bagaimana cara membedakannya maka akan lebih memudahkan Anda untuk mendapatkan berlian yang disukai.

Bagi para wanita yang tidak bisa membedakan mana berlian asli dan imitasi, berikut beberapa tipsnya seperti dikutip dari eHow:

Berlian bag 1 | Berlian bag 2Cara menetahui keaslian berlian

sumber

Belajar mengenal berlian (1)

* Sejarah dan Asal-usul Berlian




Berlian berasal dari bagian terdalam gunung berapi yang juga mengandung atom dan karbon. Pada kenyataannya berlian merupakan kristal transparan yang mengikat empat bagian karbon atom. Batu berlian terbawa kepermukaan bumi melalui letusan volkanik. Menurut penelitian, naiknya berlian kepermukaan bumi dikarenakan batu yang mencair. Berlian dikembangkan dari bermil-mil bagian dalam permukaan bumi, pada kerendahan 150 km (90 mil), pada tekanan kira-kira 5 giga pascal dengan temperatur sekitarnya 1200 derajat celcius (2200 derajat Fahrenheit). Berlian bisa menjadi bentuk alami lain sesuai tingginya tekanan, secara relatif pada saat temperatur rendah. Namun sangat disayangkan berlian tidak bisa terbentuk dari bawah laut.

Sejak zaman purbakala bahkan pada saat penamaan berlian itu sendiri, berlian terkenal sebagai material yang paling keras ke tiga setelah ‘Aggregated diamond nanorods’ dan ‘Ultrahard Fullerite’.

Menurut sejarahnya, nama berlian itu sendiri diambil dari bahasa Yunani kuno yang artinya “Tak Terkalahkan”.

Berlian muncul kepermukaan bumi sudah sangat lama, berkisar dari 1-3,3 milyar tahun yang lalu. Berlian pertama kali dikenali dan ditambang di India. Dahulu, ada referensi yang ditemukan pada sebuah text penganut Budha, salah satu text Sansekerta ( Anguttara Nikaya ) yang kemudian disempunakan sekitar 296 BCE yang lalu. Text tersebut menceritakan juga mengenai ciri utama berlian yang kilaunya memancar. Pada saat itu berlian berasosiasi dengan membawa nama keTuhanan (Dewa), sebagai lambang dekorasi religius. Berlian dipercaya dapat membawa keberuntungan bagi siapapun yang memilikinya. Di India, pemiliknya dibatasi dengan kasta berdasarkan warna. Hanya Raja saja yang diizinkan memiliki semua warna berlian.

Seiring perkembangan zaman akhirnya berlian dapat diperdagangkan di daerah Timur dan Barat India dan dapat digunakan di berbagai kebudayaan untuk gemologi atau industri.

Di Eropa, berlian menghilang selama hampir 1000 tahun mengikuti berkembangnya umat kristiani. Mereka menolak keberadaan berlian yang pada awalnya dipercaya dapat digunakan sebagai Azimat. Hal ini sangat ditentang oleh umat kristiani. Karena menurut kepercayaan mereka, hanya Tuhan saja yang boleh dipercaya.

Namun, popularitas berlian kembali naik yang banyak digunakan sebagai batu permata. Hal ini disebabkan meningkatnya ketersediaan berlian itu sendiri seiring berkembangnya sejarah Eropa tersebut.

Di Perancis, pada abad ke-13 Raja Llouis IX menetapkan hukum yang menyatakan bahwa hanya Raja saja yang boleh memiliki berlian

Di bulan Febuari 2005, Tim Amerika (US) dan Cina memberikan laporan Arkeolog mengenai penemuan dari empat kekayaan almunium yang berasal dari kuburan batu yang pada saat itu menjadi adat kebudayaan Cina. Pada 4000 BCE-2500 BCE, para ilmuwan menemukan kampak bercahaya yang dipercaya dapat disemir dengan bubuk berlian sehingga tampak jauh lebih menarik.Di Cina, berlian biasa digunakan untuk pelengkap berlian lain, salah satunya adalah sebagai pengukur atau pelengkap ‘Jade’ (permata hijau lumut).

Setelah berabad-abad, dikalangan Aristokratis, berlian semakin populer sebagai batu permata. Tentunya hanya dikalangan mereka yang ber-uang dan ber-kelas. Biasanya digunakan sebagai cicin pernikahan. Sesuai perkembangan zaman, popularitas berlanjut dan berkembang dengan banyak perubahan bentuk sesuia permohonan estetika berlian. Berlian membuktikan bisa tetap populer dengan berbagai kelas sepanjang harganya masih terjangkau. Berlian menjadi salah satu objek yang sangat penting karena dapat berkembang pada dunia pembelian, penjualan, bahkan masuk dalam catatan kejahatan sampai politik.

Berita terbaru menurut Washington post tanggal 5 Maret 2007, telah ditemukan berlian jenis baru di negara Kanada. Ditemukan oleh seorang ahli batu yang selama bertahun-tahun membiayai pencarian berlian dinegara tetangga. Diakui, berlian ini milik Amerika Utara. Hal ini membuat Kanada mandapat aliran uang yang deras sebagai negara ketiga penemu berlian.




* 4 Hal Yang Menentukan Kualitas Berlian



Jika Anda memilih berlian untuk cincin pertunangan atau pernikahan, berikut ini pengetahuan dasar mengenai 4C sebagi penentu kualitas berlian.


Color (Warna)
Semakin bening suatu berlian semakin tinggi nilainya. Dengan kata lain, berlian terbaik adalah berlian yang tanpa warna. Untuk menunjukkan kualitas, berlian memiliki skala warna. Semakin besar nilai skala warna, semakin rendah harganya. Tingkat warna berlian yang dikembangkan oleh GIA adalah pada kisaran puth (colorless) sampai kuning, yakni D-F coorless (white); G-J hampir tidak berwarna; K-M kekuning-kuningan; N-R kuning sagat terang; S-Z kuning terang; Z+ warna "fancy"

Cut (Irisan)
Sebuah berli memantulan sinar yang lebih cemerlang apabila cutting-nya sempurna. Untuk menguji kualitas cutting-nya, lihatlah batu dari atas, sehingga Anda akan melihat pola pantuan sinarnya. Disitu akan terlihat bagaimana ketepatan cutting-nya. Inilah titik kritis yang perlu dilihat . Apakah berlian berkilau "galak" menari-nari ke keseluruhan batu? Ataukah ada titik mati di situ? Bila menggunakan lup (kaca pembesar) pusatkan perhatian pada permukaan dan juga kedalaman batu. Mintalah bagian penjualan toko perhiasan untuk membantu Anda.

Clarity (Kejernihan)
Ini adalah terminologi yang mengacu pada kandungan cacat atau kerusakan di dalam sebuah berlian. Semakin sedikit kerusakan atau cacat di dalam sebuah berlian semakin banyak cahaya yang dipantulkan Berlian tanpa cacat atau belian yang sempurna jelas akan sangat bernilai mahal.

Carat
Berlian dijual berdasrakan berat, bukan volume. Berlian ini disebut sebagai carat. Ini merupakan ukuran berlian, bersama dengan color, cut dan clarity akan menentukan harga. Berlian dengan ukuran karat-karat lebih besar tidak selau berarti lebih baik. Dengan kualitas yang lebh tinggi, berlian yang lebih kecil mungkin lebih bernilai daripada berlian yang lebih besar tapi kualitasya rendah.

Unsur 4C cukup membantu pembeli mendapatkan gambaran tentang kualitas berlian. Namun sesungguhnya, masih ada unsur 4C lainya, yang tidak kalah pentingnya untuk penilaian akhir, yaitu :

* Cutting (stlye/gaya dan shape/bentuk)
* Certificate (lab report/laporan laboratorium)
* Confidence (keyakinan)




* Cara Untuk Menguji Kualitas Berlian



1. Ujilah batu-batu mulia yang belum terpasang dalam suatu rangkaian perhiasan. Anda akan dapat melihat lebih rinci, kekurangannya akan lebih terlihat, dibanding bila batu-batu berlian tersebut sudah terangkai.
2. Pegang batu hanya dibagian girdle yaitu tepian atau batas batu atau garis yang memisahkan antara bagian atas dan bagian bawah.
3. Lihat batu mulia dibawah lampu penerangan yang tepat. Beberapa toko perhiasan memasang banyak lampu spot di atap supaya batu-batuan terlihat lebih berkilau. Perhatikan batu-batuan searah dengan penerangan dari atas atau belakang Anda, supaya sinar dapat menimpa batu-batuan dengan baik dan kilau batu terpancar sempurna.
4. Putar-putarlah batu untuk melihat dari berbagai sudut. Bila menggunakan lup (kaca pembesar) pusatkan perhatian pada permukaan dan juga kedalaman batu. Mintalah bagian penjualan toko perhiasan untuk membantu Anda. Dengan lup Anda juga bisa melihat ada atau tidaknya keretakan, bekas cungkilan, maupun goresan di ujung serta dipermukaan. Ada atau tidaknya gelembung udara maupun kotoran yang tidak terlihat dengan mata biasa, akan terlihat juga dengan memakai lup. Dengan melihat berlian memakai bantuan lup maka akan bisa membantu Anda agar tidak terjebak dalam kesalahan yang fatal.




* Tatacara Menilai Kejernihan (Clarity)

Clarity grading adalah menganalisa dengan mencari sesuatu di dalam berlian dan bekas tanda-tanda pada bagian luar. Jadi, kejerhihan (clarity) adalah tingkatan sebuah berlian bebas yang dari berbagai cacat di dalam (inclusion) dan bekas tanda (blemishes) pada bagian luar.


Cacat di dalam dan cacat diluar merupakan sidik jari alam yang dapat membantu kita mengenali berlian bila tertukar. Berlian dengan sedikit cacat di dalam berharga lebih murah daripada yang bebas cacat dalam, namun keindahan dan kecemerlangannya sama sekali tidak berpengaruh. Bila Anda membeli berlian untuk bergaya dan kesenangan semata, tidaklah harus yang sama sekali bebas dari cacat di dalam (flawless atau internally flawless). Sedikit cacat (very slight inclusion atau slighty included) pun masih indah cemerlang, dan yang hanya dapat dilihat oleh seseorang yang benar-benar ahli berlian lewat kaca pembesar 10x pembesaran.

Penentuan peringkat kejernihan untuk 1 dan 2 ditentukan berdasarkan :

1. Lokasi/posisi inclusion/inklusi (di tengah table/meja menurunkan peringkat)
2. Banyaknya inclusion/inklusi
3. Besar/kecil inclusion/inklusi
4. Warna inclusion/inklusi (inklusi hitam menurunkan peringkat)
5. Jenis inclusion/inklusi (feather besar menurunkan peringkat dibandingkan kristal besar)

Sebelum menentukan peringkat kejernihan harus dipastikan apakah :

A. Blemishes
Kekurangan atau bekas tanda-tanda pada bagian permukaan luar, seperti :

1. Abrasion : facet atau culet bekas tergerus
2. Scratch : goresan
3. Rough girdle : bagian pinggang yang kasar
4. Nick : bekas benturan atau sumbing kecil pada bagian pinggang
5. Polish lines : bekas garis gosokan/asahan
6. Natural : serat pertumbuhan
7. Extra facet : irisan tambahan

B. Inclusion/Inklusi
Cacat-cacat pada bagian dalam berlian

1. Feather : cacat seperti garis atau pisau
2. Crystal : mineral kecil
3. Clouds : kumpulan cacat berbentuk kabut
4. Cracks/cleavage : retak
5. Laser drill hole : lubang bekas bor laser
6. Graining (twinning) : serta pertumbuhan kristal berlian
7. Chip : sumbing

Clarity grading ditentukan berdasarkan cacat-cacat di dalam atau cacat parah, seperti chip walaupun berada di bagian luar.

1. Flawless : tanpa blemish atau inclusion
2. Internally flawless (IF) : tanpa inclusion terdapat blemish
3. Very-very slight (VVS1 & VVS2) : inclusion sangat halus sangat sulit terlihat
4. Very slight (VS1 & VS2) : inclusion kecil agak sulit terlihat
5. Slight inclusion (SI1 & S12): inclusion agak mudah terlihat
6. Imperfect (I1, I2, I3) atau Pique (di Eropa, baca 'pike' (P1, P2, P3): inclusion sangat mudah terlihat dan kadang terlihat secara kasat mata; mempengaruhi kecemerlangan dan penembusan cahaya (transparency)

C. PERINGKAT CLARITY GRADING
Penilaian kejernihan sangat subjektif dan penilaian dapat berbeda antara Gem Lab satu dan lainnya. Penilai yang sangat terlatih dan berpengalaman biasanya berpendapat sama. Tetapi penilai yang kurang berpengalaman dan kurang terlatih biasanya sulit menetapkan penilaian secara konsisten.
Penilaian berlian adalah seni bagi seorang penilai yang dituntut untuk berlatih secara terus-menerus. Gemological Institute of America pada sekitar 1930-an memperkenalkan sistem penilaian yang diikuti banyak orang, namun hingga kini penilaian masih terus direvisi dan dimodifikasi serta seringkali diperdebatkan. Sistem GIA sekadar memberi gambaran secara umum pada masyarakat di dunia dan dipakai sebagai perbandingan sehingga dapat membayangkan tingkat kejernihan yang dapat terlihat mata. Secara gamblang berlian setingkat:

FLAWLESS, sangat jarang digunakan sebagai perhiasan. Kebanyakan akan disimpan dalam safety box di bank karena dapat tergores dalam pemakaian sehari-hari.

INTENALLY FLAWLESS, berlian tanpa inclusion namun ada sedikit kekurangan di permukaan luar.Tidak banyak tersedia di toko-toko permata, namun bisa disediakan atas permintaan pelanggan.

VVS 1 dan VVS2, seorang penilai yang sangat terlatih pun dengan menggunakan kaca pembesar 10x, sangat sulit menemukan inclusion dan harus memeriksa dari berbagai sudut dan posisi di bawah lampu yang cukup terang. Hanya sedikit toko permata memiliki stok, terutama untuk ukuran 1 karat dan yang lebih besar.

VS1, seorang awam dengan menggunakan kaca pembesar 10x, akan sangat sulit menemukan inclusion. Banyak toko permata memiliki stok kategori ini.

VS2, seorang awam juga sangat sulit untuk menemukan inclusion yang lebih banyak atau lebih besar dibandingkan VS1.

S11, berada di posisi peringkat ketujuh, berlian kelompok ini masih terlihat sangat bagus secara kasat mata. Bila menggunakan kaca pembesar 10x pembesaran baru tampak sedikit inclusion.

S12, inclusion tidak nampak bila dilihat dari atas secara kasat mata. namun dapat terlihat bila dilihat dari bagian paviliun bawah.

S13, penilaian yang diperkenalkan oleh European Cem Lab, Los Angeles, Amerika, dan berada di peringkat antara 512 dan 11. CIA dan American Cem Society tidak menggunakannya dalam laporan laboratorium berlian.

I1 (P1 ), inclusion pada berlian tingkat ini tampak sangat jelas dengan kaca pembesar 10x pembesaran. Berlian ukuran kecil secara kasat mata tampak bagus. Bila memiliki dana sangat terbatas, masih bisa dipertimbangkan untuk dibeli

I2 (P2), inclusion mudah terlihat secara kasat mata dan mempengaruhi kecemerlangan. Banyak dipakai untuk perhiasan yang murah.

I3 (P3), berlian kategori ini tampak seperti remuk dan hampir tidak berkilau sama sekali. Banyak dipakai untuk obralan.

Bukan hal yang aneh, perbedaan satu tingkat penilaian kejernihan dapat terjadi di antara dua grader yang sangat berpengalaman.


* Clarity

Clarity ditentukan oleh jumlah, jenis, warna, ukuran, penempatan dan jenis inklusi. Inklusi merupakan proses pembentukan yang terjadi secara alamiah pada suatu mineral di dasar bumi atau lebih dikenal dengan istilah “sidik jari alamiah”.

Proses inklusi menyebabkan sebagian besar mineral atau sumber daya alam di bumi ini mengalami ketidaksempurnaan. Hal ini juga terjadi pada batu berharga. Inklusi terjadi dalam berbagai bentuk, seperti titik kecil putih dan titik gelap, dimana hal tersebut tidak dapat dilihat manusia dengan mata biasa. Semakin sedikit inklusi yang terjadi, semakin berharga pula nilai batu tersebut.

Berlian yang digunakan di dalam barang perhiasan senantiasa berkualitas tinggi. Berlian bersertifikat, struktur kejelasannya (clarity) tercatat pada sertifikat dan berfungsi sebagai keterangan untuk mengidentifikasi batu tersebut.

Color

Sama seperti clarity, untuk menunjukkan kualitas,
warna berlian juga memiliki skala.
Semakin besar nilai skala warna, semakin rendah harganya.
Tingkat warna berlian yang dikembangkan oleh GIA adalah pada kisaran puth (colorless) sampai kuning, yakni
D-F colorless (white);
G-J hampir tidak berwarna;
K-M kekuning-kuningan;
N-R kuning sagat terang;
S-Z kuning terang.
Warna berlian terbaik adalah transparan atau dalam ukuran mutu warna taraf internasional termasuk warna D.
Dalam ukuran dunia, warna berlian dimulai dari urutan alfabet D berwarna putih bening (transparan) adalah yang terbaik,
menurun hingga ke Z dengan warna kuning terang.

Secara kasat mata, batu berlian terlihat tidak memiliki warna. Tetapi, jika kita mencermati secara seksama, terdapat berlian yang memiliki sedikit warna kuning atau coklat. Semakin tinggi batu berlian tersebut tidak memiliki warna, maka semakin tinggi pula harganya. Berdasarkan skala GIA, berlian memiliki berbagai tingkatan warna. Tingkatan ini berkisar antara D (tanpa warna) sampai ke Z (memiliki tingkatan warna tinggi/bewarna-warni). Uniknya, hanya orang yang memiliki keahlian profesional yang dapat mendeteksi warna dalam tingkatan E dan F. Dan warna berlian dalam tingkatan J hampir tak terlihat jika dipasang pada sebuah cincin atau perhiasan lainnya.


Ketika warna berlian tidak terlihat, seperti pada tingkat K atau diatasnya, batu tersebut tetap terlihat indah apalagi jika memiliki clarity (kejelasan) dan cut yang baik. Batu berlian yang disetting dalam sebuah perhiasan dapat membawa perubahan pada warnanya. Jangan memasang berlian murni (tanpa warna) pada perhiasan berwarna emas kuning, warna kuning akan merefleksikan berlian, sehingga mengakibatkan warna berlian menjadi tidak terang. Namun sebaliknya, berlian yang sedikit berwarna kuning akan terlihat sangat indah, karena berlian akan terlihat lebih putih jika pada permukaan emas kuning.




* Tatacara Menilai Cutting



Manusia harus menggunakan imajinasinya untuk mewujudkan sesuatu yang terlihat sederhana, seperti Kristal diamond, menjadi suatu karya seni yang hebat dan kilau dan kecemerlangannya mempesona setiap mata yang melihatnya. Selama ratusan tahun berlian hanya di bentuk (cutting) secara sangat sederhana. Sampai akhirnya pada tahun 1919 seorang ahli matematika, dan Master Cutter Marcel Tolkowsky, merumuskan cara mengasah berlian yang kelak menjadi cikal bakal bentuk berlian (diamond cutting) yang dianggap ideal.


Bila berlian tidak dipotong dan tidak diasah dengan baik, berlian yang berwarna sangat putih dan sangat bersihpun tidak akan mencapai harga tertingginya. Potongan dan asahan yang buruk menghasilkan berlian yang kurang cemerlang, gelap di bagian tengah, dan berpenampilan lebih kecil dari berat yang sebenarnya.

Tahap pertama adalah menilai berlian dari muka bagian atas tanpa menggunakan kaca pembesar atau alat apapun, hanya dengan mata. Perhatikan kecemerlangannya (brilliance), yaitu apakah setiap bagian memantulkan kembali sinar ke mata kita. Liat bagian tengah berlian, apakah terkesan gelap (nail head) karena bagian pavilium terlalu tinggi atau bagian tengah terdapat lingkaran putih (fish-eye) karena bagian pavilium terlalu dangkal.

A. Proporsi
Ada beberapa versi proporsi yang berlaku dalam perdagangan berlian di pasaran Internasional.
Bila Anda membeli pastikan Anda memeriksa tampak samping secara kasat mata dan kemudian menggunakan kaca pembesar. Perhatikan, apakah :

1. Tinggi mahkota tebak atau tipis?
2. Bagian pavilium dangkal atau tinggi?
3. Pinggang terlampau tebal atau sangat tipis?

Pastikan Anda memahami proporsi secara benar dan tidak terpaku hanya pada angka-angka saja. Calon pembeli kadangkala minta kepada penjual, berlian dengan tinggi keseluruhan antara 59%-60%, karena dianggap ideal. Namun, akan timbul dua masalah, yaitu pertama tinggi 59%-60% tidak menunjukkan bahwa proporsi berlian tersebut baik. Bisa saja mahkota yang tinggi dengan pavilium yang dangkal memiliki tinggi total 59%-60% sehingga berlian terlihat bagian fish-eye atau pavilium panjang mahkota yang tipis. Kedua, tidak semua penjual memahami proporsi setiap berlian yang dijualnya. Untuk memastikan, periksalah dahulu berlian yang akan Anda beli di laboratorium permata untuk dianalisa setiap bagian.

Bagian proporsi yang terpenting dan sangat mempengaruhi kecemerlangan (brilliance) adalah tinggi pavilium. Pavillium merupakan cermin yang memantulkan kembali sinar yang tembus masuk melalui bagian table ke mata orang yang melihatnya. Table agak lebar atau mahkota agak tipis, namun berlian tersebut akan tetap tampak cemerlang jika tinggi pavilium sesuai, dan hanya pancaran warna pelangi (dispersion) yang kurang. Tetapi, tinggi pavilium terlalu dangkal, maka tidak banyak kecemerlangan yang tampak dan berlian akan tampak tidak bersinar.

Proporsi yang baik dan memenuhi standar akan menghasilkan kecermerlangan, pancaran warna pelangi, dan gemerlap (scintillation) yang maksimal sehingga membuat berlian yang diliat menjadi sangat menarik dan berkilauan.

Konsumen harus ingat bahwa tabel proporsi yang tersaji hanya untuk sekedar perbandingan. Keputusan akhir ada pada konsumen sendiri. Semuanya baik dan hanya setiap orang memiliki selera masing-masing. Selama proporsi berlian yg dibeli berada dalam kisaran table tersebut, maka dapat dikatakan baik. Konsumen Amerika lebih memilih proporsi versi Tollkowsky. Konsumen Asia dan Eropa lebih memilih versi Scandinavia dan Eulitz.

B. Estimasi Lebar Meja

1. Mengukur langsung
2. Metode busur
3. Metode perbandingan

C. Estimasi Sudut Mahkota (Crown Angle)

1. Tampak Samping (Profile)
Sudut mahkota dapat diukur dari samping dan menjepit bagian atas dan bawah berlian, kemudian menggunakan penggaris atau korek api membentui suduk 90 derajat dengan bagian pinggang. Bayangkan sudut tegak lurus terbagi menjadi 3 bagian, 1/3 dari bagian irisan (facet) mahkota mendekati besar sudut 34,5 derajat. Bila irisan mahkota lebih dari 1/3 bagian maka sudut mahkota lebih dari 34,5 derjat, dan jika lebih kecil dari 1/3 bagian mahkota maka sudut mahkota kurang dari 34,5 derajat.
2. Tampak Muka (Face Up)
Melalui possisi tampak muka, sudut mahkota dapat juga diukur dengan melihat pantulan bayangan pavilion facet pada bezel facet pada irisan berbentuk laying-layang.

D. Estimasi Ketebalan Pinggang
Pinggang adalah bagian yang memisahkan bagian antara bagian mahkota dan paviliun (bawah). Bagian ini berfungsi melindungi bagian samping berlian dari benturan agar terlindungi dari kerusakan atau sumbing. Bagian pinggang sebaiknya tidak terlaulu tipis dan tidak terlalu tebal, atau antara tipis hingga agak tebal. Bila pinggang sanagt tipis seperti menambah bobot berat dan tampak tidak proporsional serta mengurangi kecermelangan karena sinar yang seharusnya dipantulkan ke atas di sekitar pinggang dibiaskan keluar.

E. Besar Culet
Culet adalah bagian runcing pavilium yang diberi irisan berfungsi melindungi berlian dari kerusakan saat terjatuh pada permukaan keras. Culet harus sekecil mungkin agar tidak terkesan seperti lubang hitam terlampau besar saat dilihat dari bagian atas. Ukuran besar culet dimulai dari tidak ada /runcing (none).

Very Small : sangat sulit terlihat dengan 10x kaca pembesar
Small : sulit terlihat dengan 10x kaca pembesar
Medium : mudah terlihat dengan 10x kaca pembesar
Large : terlihat mata
Very Large : mudah terlihat mata.

F. Estimasi Tinggi Pavilium/Meja
Sebagai ilustrasi betapa pentingnya peran pavilium, gambar di atas menjelaskan kecemerlangan sebuah berlian yang sangat di pengaruhi oleh bentuk proporsi, terutama pada bagian bawah berlian yang berfungsi sebagai cermin pemantull. Bila pavilium terlalu dalam, sinar yang memantul ke tengah dan ke atas akan berkurang.

G. Hasil Akhir (Finish)

H. Polish
Menilai halus atau kasar permukaan luar berlian yang sering terlihat adalah bagian pinggang kasar, tergores atau benturan kecil, garis gosokan, culet yang tergerus. Penilaian polis mulai dari excellent, very good, good, fair, poor.

I. Symmetry
Symmetry/simetri menjelaskan ketidakteraturan bentuk-bentuk irisan, bagian pinggang, serta bagian table atau culet.
(O/R) Out Off Round – bagian lingkaran kurang bulat
(O/C) Off Center Culet – Culet tidak pas di tengah
(T/OCT) Irregular Table – Bentuk table tidak teratur
(Fac) – Bentuk-bentuk facet tidak seragam
(Ptg) Facet Not Pointing – ujung runcing irisan tidak bertemu/tumpul
(FAC) Facets Crown dan pavilium tidak bertemu (bergeser posisi)
(WG) Wavy Girdle – garis pinggang bergelombang
(N) Natural – Serat pertumbuhan yang tersisa
(EF) Extra Facet – Irisan tambahan
Penilaian polis mulai dari excellent, very good, good, fair, poor.



* Carat


Batu berlian dijual berdasarkan berat yang diukur dalam satuan ‘karat’. Karena berlian adalah batu yang sangat berharga, pengukuran ini dilakukan dengan teliti, tepat dan akurat. Satu karat setara dengan 0.2 gram / 200 mg atau 1/5 gram, yang terbagi menjadi 100 poin. Jadi sebuah berlian 0.50 karat disebut juga sebagai berlian 0.50-pointer.

Harga akan meningkat seiring besarnya ukuran dari batu berlian yang dimiliki. Karena berlian berukuran besar sangat jarang ditemukan, harga per karatnya pun menjadi lebih tinggi dibanding dengan batu berharga lainnya. Sebagai contoh, satu berlian bernilai 2 karat akan jauh lebih berharga dibanding dua berlian bernilai 1 karat.

Pada perhiasan dengan lebih dari satu berlian, istilah ‘karat’ dideskripsikan sebagai total berat karat (TW). TW ini adalah gabungan berat dari semua batu di dalam perhiasan tersebut.

Karena berlian model round brilliant sudah mengikuti standar yang tepat, kita dapat membuat estimasi/perkiraan nilai karat berlian dari diameter batu tersebut. Tabel di bawah, menggambarkan perbandingan ukuran batu yang bervariasi dan taksiran nilai karatnya. Metode ini tidak dapat dilakukan terhadap model potongan berlian lain yang lebih tebal atau tipis atau juga terhadap batu warna yang memiliki kepadatan yang berbeda dengan berlian.

Penting untuk Anda, bahwa mengetahui kualitas berlian hanya berdasarkan karat adalah tidak berarti, karena potongan (cut), kejelasan (clarity) dan warna (colour) berlian patut dipertimbangkan untuk dapat memilih berlian yang berkualitas.
Mencari tahu apakah berlian Anda itu asli atau tidak adalah hal yang menggoda — maukah Anda mengetahuinya tanpa keraguan? Kebanyakan orang yang penasaran beralih kepada tukang perhiasan profesional untuk mengetahuinya. Namun Anda tidak perlu pintar-pintar amat untuk membedakan yang asli dari yang palsu. Sedikit pencahayaan, air atau napas hangat, dan lup tukang perhiasan adalah semua yang Anda perlukan. Lihat Tahap 1 untuk rincian tambahan dan informasi mengenai dunia berlian yang luar biasa.


Tell if a Diamond is Real Step 10.jpg
1
Gunakan tes embun. Letakkan berlian di depan mulut Anda dan embuskan embun nafas ke arah berlian seperti mengembus cermin. Jika embunnya bertahan selama beberapa detik, kemungkinan palsu — berlian asli segera mendispersikan panas dari napas Anda dan tidak mudah berembun. Jika Anda diamkan sekali pun setelah mengembuskannya dan sebelum melihatnya, maka akan tetap mengering lebih cepat daripada yang palsu.
  • Dapat membantu jika Anda meletakkan berlian yang Anda tahu itu asli di samping berlian yang Anda curigai dan mengembuskan keduanya. Anda dapat melihat berlian yang asli tetap kering sementara yang palsu berembun; jika Anda mengembuskan berlian palsu berkali-kali, Anda akan melihat kondensasi embunnya mulai menjadi air. Dengan setiap embusan, berlian yang palsu akan berembun terus, sementara yang asli akan tetap kering terus.
  1. Tell if a Diamond is Real Step 7.jpg
    2
    Perhatikan pemasangannya. Berlian asli tidak wajar jika dipasang pada logam murahan.[1] Stempel yang di dalam pemasangannya menunjukkan emas atau platina asli (10K, 14K, 18K, 585, 750, 900, 950, PT, Plat) merupakan tanda yang bagus, sementara stempel"C.Z." akan menguakkan kepalsuan berliannya.[2] C.Z. adalah singkatan dari Cubic Zirconia (zirkonia kubik), yang merupakan sejenis berlian sintetis.
  2. Tell if a Diamond is Real Step 12.jpg
    3
    Gunakan lup tukang perhiasan untuk memeriksa berlian itu. Anda biasanya dapat meminjamnya dari toko perhiasan. Berlian yang ditambang biasanya memiliki kecacatan kecil yang alami, yang disebut "inklusi" yang dapat dilihat dengan lup. Cari serpihan kecil mineral lain atau perubahan warna yang sangat halus. Kedua hal itu merupakan tanda bahwa Anda berurusan dengan berlian yang asli, walaupun cacat.
    • Zirkonia kubik dan berlian buatan laboratorium (yang bisa saja lulus uji yang lain) biasanya tidak punya kecacatan. Itu karena berlian-berlian tersebut dikembangkan di lingkungan yang steril dan bukan terbentuk secara tidak disengaja di dalam bumi. Permata yang terlalu sempurna itu biasanya palsu.
    • Namun tetap saja memungkinkan berlian asli itu tidak memiliki kecacatan. Jangan jadikan kecacatan sebagai kriteria utama menentukan keaslian berlian Anda. Tentukan dengan cara menguji yang lain dahulu.
    1. Tell if a Diamond is Real Step 2.jpg
      1
      Perhatikan keterbiasan (refractivity) berliannya. Berlian membelokkan, alias membias cahaya yang melaluinya, alhasil penampilannya sangat terang. Batuan seperti kaca dan kuarsa kilauannya tidak seterang itu karena memiliki indeks keterbiasan yang lebih rendah. Kilauan batuan itu sulit diubah bagaimana pun caranya, dengan potongan yang ahli sekali pun, karena hal tersebut merupakan sifat yang tetap pada batuan itu. Dengan memperhatikan sifat keterbiasan berlian dengan teliti, Anda seharusnya bisa mengetahui apakah berlian itu asli atau palsu. Berikut ini beberapa cara untuk melakukannya:
      • Cara koran: Telungkupkan berliannya dan letakkan di atas kertas koran. Jika Anda dapat membaca tulisan koran, atau bahkan melihat garis-garis hitam yang terdistorsi sekali pun, maka kemungkinan itu bukan berlian asli. Berlian akan membelokkan cahayanya sedemikian tajamnya sampai-sampai Anda tidak dapat melihat tulisannya. (Ada beberapa pengecualian sedikit: jika potongannya tidak proporsional, tulisan cetaknya masih bisa tampak menembus berlian asli.)
      • Uji titik: Gambar sebuah titik dengan pena di selembar kertas putih dan letakkan berlian di atas pusat titik itu. Lihat lurus ke arah berlian. Jika berlian Anda tidak asli, Anda akan melihat pantulan lingkaran di batu itu. Anda tidak akan bisa melihat titik itu melalui berlian asli.[3]
    2. Tell if a Diamond is Real Step 3.jpg
      2
      Perhatikan bayangannya. Bayangan berlian asli biasanya merupakan variasi dari warna keabu-abuan. Lihat lurus ke arahnya dari atas berlian. Jika Anda melihat pantulan warna pelangi, berarti Anda berurusan dengan berlian kualitas rendah atau palsu.[4]
      • Sebagai gantinya, periksa apakah ada "kilauan." Berlian asli akan lebih berkilau secara signifikan dibandingkan kaca atau kuarsa yang berukuran sama. Mungkin Anda perlu mengambil sepotong kaca atau kuarsa untuk perbandingan.
      • Jangan samakan kilauan dengan pantulan. Kilauan berhubungan dengan terang atau intensitas cahaya yang dibiaskan oleh sepotong permata. Pantulan berhubungan dengan warna cahaya yang dibelokkan itu. Jadi carilah cahaya yang "tajam", bukan cahaya yang berwarna-warni.
      • Terdapat batu yang kilauannya melebihi berlian: moisanit. Batu permata ini sedemikian miripnya dengan berlian sampai-sampai tukang perhiasan pun kesulitan membedakannya. Untuk mengetahui perbedaannya tanpa peralatan khusus, pegang batunya dekat dengan mata Anda. Nyalakan senter pena ke arah batu itu. Jika Anda melihat warna pelangi, itu adalah tanda pembiasan ganda. Ini adalah sifat moisanit, bukan berlian.
    3. 73782 6.jpg
      3
      Cemplungkan batunya ke dalam segelas air dan lihat apakah tenggelam ke dasar gelas. Akibat kerapatannya yang tinggi, berlian asli akan tenggelam. Yang palsu akan mengapung di permukaan atau melayang di tengah gelas.
    4. 73782 7.jpg
      4
      Panaskan batunya dan perhatikan apakah pecah atau tidak. Panaskan batu yang dicurigai dengan korek api selama 30 detik, kemudian cemplungkan ke segelas air dingin. Pengembangan dan kontraksi yang cepat akan menyebabkan bahan yang lebih lemah seperti kaca atau kuarsa kewalahan, sehingga batu itu akan retak dari dalam. Berlian asli itu cukup kuat sehingga tidak terjadi apa-apa.
      1. Tell if a Diamond is Real Step 9.jpg
        1
        Mintakan uji panas. Struktur kristalin yang rapat dan merata dari berlian menyebabkannya cepat mendispersikan panas; alhasil, berlian asli tidak akan memanas dengan mudah. Uji panas membutuhkan waktu sekitar 30 detik dan sering dilakukan dengan gratis. Ini juga tidak merusak batunya, tidak seperti cara pengujian yang lain.
        • Uji panas bekerja dengan prinsip yang sama dengan uji "retak" yang dilakukan sendiri tadi. Sebagai ganti untuk mengukur keretakan permata di bawah tekanan kontraksi yang cepat, uji panas mengukur panjang waktu berlian dalam menjaga suhunya.
      2. Tell if a Diamond is Real Step 5.jpg
        2
        Mintalah uji kombinasi berlian/moisanit. Banyak tukang perhiasan yang menyimpan alat khusus untuk membedakan berlian dan moisanit dan dapat dengan cepat bisa menunjukkan apakah suatu batu adalah berlian asli atau zat lain yang mirip dengan berlian.[5]
        • Uji panas tradisional tidak akan mampu membedakan moisanit dan berlian asli. Pastikan bahwa pengujiannya dilaksanakan dengan alat uji konduktivitas listrik dan bukan alat uji termal.
        • Jika Anda menguji banyak berlian di rumah, alat uji kombinasi dapat dibeli secara daring atau di toko khusus berlian.
      3. Tell if a Diamond is Real Step 4.jpg
        3
        Ujikan dengan mikroskop. Letakkan berlian di bawah mikroskop dengan faset atasnya menghadap ke bawah. Bolak-balikkan berliannya pelan-pelan menggunakan pinset. Jika Anda melihat sedikit kilauan jingga sepanjang fasetnya, maka berlian tersebut bisa jadi sebenarnya adalah zirkonia kubik. Hal Itu bisa juga menunjukkan bahwa zirkonia kubik digunakan untuk menambal cacat di dalam berlian.[6]
        • Untuk mendapat pandangan yang terbaik dari berlian itu, gunakan teleskop pembesaran 1200 kali.
      4. Tell if a Diamond is Real Step 6.jpg
        4
        Timbang berlian dengan sensitivitas tinggi. Berlian dapat dibedakan dengan perbedaan berat yang sangat tipis, karena zirkonia kubik beratnya sekitar 55 persen lebih daripada berlian dengan bentuk dan ukuran yang sama.[7] Timbangan yang sangat sensitif yang mampu mengukur sampai tingkat karat atau butirannya dibutuhkan untuk melakukan perbandingan ini.
        • Satu-satunya cara untuk melakukan pengujian ini dengan akurat adalah dengan memiliki berlian yang keasliannya diketahui dengan ukuran dan bentuk yang sama. Tanpa barang perbandingan, Anda akan kesulitan menentukan jika beratnya timpang.
      5. Tell if a Diamond is Real Step 8.jpg
        5
        Periksa berliannya di bawah sinar ultraungu. Banyak (namun tidak semua) berlian akan menunjukkan pendar biru di bawah sinar ultraungu atau cahaya hitam, jadi adanya warna biru sedang sampai kuat mengukuhkan keasliannya. Namun "ketiadaan" pendar biru bukan serta-merta menunjukkan kalau batu tersebut palsu; beberapa berlian tidak berpendar di bawah sinar ultraungu.[8] Warna pendar hijau, kuning, atau kelabu yang halus dapat menunjukkan bahwa batu tersebut adalah moisanit.[9]
        • Walaupun uji ultraungu dapat membantu Anda mempersempit pilihan kemungkinan, maka jika memungkinkan, coba hindari bergantung kepada hasil uji ini sebagai indikator pasti asli atau tidaknya berlian. Sebagaimana yang diuraikan di atas, beberapa berlian berpendar di bawah sinar ultraungu sementara yang lainnya tidak. Mungkin juga berlian palsu diberi perawatan khusus sehingga berpendar di bawah ultraungu padahal jika tanpa perawatan, berlian itu tidak berpendar.[10]
      6. Tell if a Diamond is Real Step 11.jpg
        6
        Lakukan uji sinar-x. Berlian memiliki struktur molekul yang "tembus pandang radiasi", hal ini berarti berlian tersebut tidak muncul di gambar sinar-x. Kaca, zirkonia kubik, dan kristal-kristal itu semuanya bersifat "tak tembus radiasi" sehingga tampak dengan jelas di sinar-x.
        • Jika Anda ingin berlian Anda diuji sinar-x, Anda harus membawanya ke laboratorium penguji berlian profesional atau membuat kesepakatan dengan pusat pencitraan sinar-x di tempat Anda.
        1. 73782 14.jpg
          1
          Cari penilai berlian yang reputasinya baik di daerah Anda. Sebagian besar pengecer berlian memiliki ahli gemologi dan penilai permata sendiri, namun banyak pelanggan merasa lebih nyaman untuk meminta penilaian pihak ketiga dari ahli permata yang independen yang memiliki spesialisasi penilaian berlian. Jika Anda akan berinvestasi dengan batu mulia, atau Anda penasaran dengan batu yang sudah Anda miliki, Anda perlu memastikan bahwa batu yang ada di tangan Anda dinilai dengan akurat.
          • Penilaian melibatkan dua tahap dasar: pertama mengidentifikasi dan mengevaluasi batu yang bersangkutan, dan kemudian memberi nilai. Ketika mencari penilai independen, maka idealnya Anda memilih penilai yang memiliki gelar Sarjana Gemologi (GG) yang dikeluarkan oleh institut gemologi, dan yang tidak berhubungan langsung dengan penjualan berlian.[11] Dengan begini, Anda bisa yakin bahwa ilmu yang dikuasainya benar.
        2. 73782 15.jpg
          2
          Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat. Selain mencari tahu apakah batunya palsu atau tidak, penilai yang mumpuni mampu menjawab berbagai pertanyaan mengenai kualitas batu untuk memastikan Anda tidak ditipu. Ini sangat penting terutama jika Anda memiliki berlian yang sudah terbeli atau yang diwariskan. Ahli gemologi seharusnya bisa memberi tahu Anda:
          • apakah batu itu buatan manusia atau alami
          • apakah batu itu diubah warnanya atau tidak
          • apakah batu itu telah ditambahkan perawatan, baik permanen atau sementara
          • apakah batu itu sesuai dengan dokumentasi penilaian yang diberikan pengecer
        3. Tell if a Diamond is Real Step 1.jpg
          3
          Mintakan sertifikat penilaian. Uji apa pun yang Anda pilih untuk dilakukan, cara yang terbaik dan paling dapat diandalkan untuk mengetahui berlian itu asli atau tidak adalah dengan mengecek dokumennya dan berbicara dengan ahli gemologi atau penilai. Sertifikasi dan penilaian menjamin bahwa batu mulia Anda telah "dibuktikan" asli oleh para ahli. Bukti ini penting terutama jika Anda membeli batu yang belum dilihat, seperti dari Internet. Mintakan sertifikatnya.
        4. 73782 17.jpg
          4
          Perhatikan baik-baik sertifikat Anda — tidak semua sertifikat diciptakan setara. Sertifikat berlian hendaknya berasal dari otoritas penilaian (cth. GIA, AGSL, LGP, PGGL)[12] atau penilai independen yang berafiliasi dengan organisasi profesional (seperti American Society of Appraisers) namun tidak dengan pengecer mana pun.
          • Sertifikat dilengkapi dengan banyak informasi mengenai berlian Anda, seperti berat karat, pengukuran, proporsi, tingkat terangnya, tingkat warna, dan tingkat potongan.
          • Sertifikat dapat juga dilengkapi informasi yang tidak Anda duga dapat diberikan oleh tukang perhiasan. Hal ini mencakup:
            • Kependaran, alias kecenderungan berlian mengeluarkan pendar kabur ketika diekspos ke sinar ultraungu.[13]
            • Kemulusan, yakni kemulusan permukaannya.
            • Simetri, atau tingkat kesempurnaan pencerminan dua sisi faset yang berlawanan.
        5. 73782 18.jpg
          5
          Daftarkan berlian Anda. Setelah Anda tahu pasti keaslian berlian Anda, baik itu melalui penilaian independen atau laboratorium penilaian, bawalah batu Anda ke laboratorium yang dapat mendaftarkan dan memberi sidik jari pada berlian Anda. Ini akan memastikan bahwa Anda memiliki batu berlian yang asli, dan tidak ada orang yang akan mampu menggantinya tanpa sepengetahuan Anda.
          • Seperti manusia, masing-masing berlian itu unik. Teknologi baru memungkinkan para ahli permata menghitung keunikan itu dengan menghasilkan "sidik jari" permata Anda. Pendaftaran biasanya berbiaya kurang dari $100 (Rp 1 juta), dan dapat membantu dalam proses asuransi. Jika sebuah berlian Anda yang dilengkapi sidik jari dicuri dan muncul di basis data internasional, Anda seharusnya bisa mengambilnya dengan menunjukkan dokumentasi yang membuktikan kalau berlian itu adalah milik Anda.[14]

        6. Metode 5 dari 5: Membedakan Berlian dari Batuan Lainnya

          1. 73782 19.jpg
            1
            Kenali berlian sintetis. Berlian buatan laboratorium atau sintetis hasil tesnya akan "asli". Berlian sintetis harganya lebih rendah daripada harga berlian tambang, namun (sebagian besarnya) sama secara kimiawi dengan berlian "alami". Cara paling baik untuk mengetahui perbedaan berlian alami dan sintetis adalah dengan ditentukan oleh seorang yang profesional.
          2. 73782 20.jpg
            2
            Kenali moisanit. Berlian dan moisanit sulit dibedakan. Sulit mengetahui perbedaan antara keduanya namun moisanit sedikit lebih berkilau daripada berlian dan juga menghasilkan pembiasan ganda, yang bisa jadi sulit dilihat kebanyakan orang. Anda dapat mencoba menyinari batunya, dan jika mengeluarkan kilauan yang lebih warna-warni dan besar daripada berlian yang sudah diketahui, maka Anda tahu bahwa yang Anda miliki itu adalah moisanit.[15]
            • Berlian dan moisanit memiliki konduktivitas termal yang sangat mirip. Jika Anda menggunakan penguji berlian saja, maka bisa terlihat bahwa itu adalah "berlian", padahal sebenarnya adalah moisanit. Penting untuk menguji batu apa pun yang hasilnya "berlian" di alat uji berlian atau moisanit. Bagi tukang perhiasan profesional, pilihan terbaiknya adalah dengan menggabungkan alat uji berlian/moisanit.
          3. 73782 21.jpg
            3
            Recognize white topaz. White topaz is another stone that can look a little like a diamond to the untrained eye. However, white topaz is much softer than diamond. A mineral's hardness is determined by its ability to scratch and be scratched by other materials. A stone that can scratch others easily without being scratched itself is hard (and vice versa for soft stones). Real diamonds are some of the hardest minerals on the planet, so look for scratches around the facets of your stone. If your stone appears to be somewhat "scratched up", it's probably a white topaz or another soft substitute.
          4. 73782 22.jpg
            4
            Kenali batu safir putih. Bertolak belakang dengan keyakinan orang banyak, safir tidak hanya berwarna biru saja. Malahan, permata ini tersedia dalam hampir semua warna. Safir varietas putih, yang tampak jernih, sering digunakan sebagai pengganti berlian. Namun batu ini tidak mengandung kontras kilauan yang tajam antara bagian terang dan gelap yang dimiliki berlian asli. Jika Anda menemukan bahwa batu Anda memiliki penampilan yang sedikit berkabut atau seperti "es" yakni bagian terang dan gelapnya tidak kontras tajam, kemungkinan itu adalah batu safir putih.[16]
          5. 73782 23.jpg
            5
            Kenali zirkonia kubik. Zirkonia kubik merupakan batu sintetis yang sangat mirip dengan berlian. Cara termudah untuk mengetahui zirkonia kubik adalah dari warna "api" atau kilauannya. Zirkonia kubik melepaskan kilauan jingga sehingga batu ini mudah diidentifikasi. Asal-usulnya yang buatan juga dapat memberikan penampilan yang lebih "jernih" dibandingkan berlian alami, yang sering mengandung cacat minor.
            • Zirkonia kubik juga terkenal memiliki spektrum warna yang lebih luas dibandingkan berlian asli ketika disinari. Berlian asli berkilau dan seharusnya bayangannya sebagian besar tidak berwarna, sementara zirkonia kubik dapat memproyeksikan kilauan berwarna.[17]
            • Salah satu uji yang biasa disebarkan untuk mengetahui apakah sebuah batu itu berlian asli atau tidak adalah dengan menggoreskan kaca dengan berlian tersebut. Menurut kepercayaan orang kebanyakan, jika berlian yang digores pada kaca tidak membuat berlian tersebut tergores, maka berarti berlian tersebut asli. Namun beberapa zirkonia kubik berkualitas tinggi "juga" dapat menggores kaca, sehingga uji ini sebenarnya bukan cara mutlak menentukan berlian itu asli atau palsu.[18]

            Tips

            • Pertimbangkan untuk mendapatkan penilaian independen jika Anda benar-benar ingin memastikannya. Jika Anda membawa berlian untuk dinilai secara independen, siap-siaplah membayar antara $35 (Rp 350.000) dan $75 (Rp 750.000) di Amerika Serikat. Pastikan batunya tidak pernah luput dari pandangan Anda — tukang perhiasan yang curang bisa mengganti berlian Anda dengan berlian palsu. [19]
            • Asli atau tidak, nikmati saja perhiasannya. Apakah benar-benar berarti jika berliannya asli atau tidak ketika Anda memakainya? Jika orang profesional saja bisa terkecoh, tenang saja. Hanya saja ketika Anda membeli atau menjual batu mulia, penting untuk mengetahui apakah berlian itu berasal dari perut bumi atau buatan laboratorium.

            Peringatan

            • Tidak ada cara 100 persen yang bisa memastikan keaslian sebuah berlian, kecuali terdapat sertifikat dari otoritas penilaian yang bereputasi baik. Jika Anda membeli barang gadaian, dari pasar, atau barang dari situs jaringan, berarti Anda mengambiI risiko.
            • Jangan menguji atau memamerkan berlian dengan menggoreskan suatu benda pada berlian itu. Jika berlian tersebut asli, maka tidak akan tergores — namun Anda dapat menyerpih atau memecahkannya karena berlian itu keras namun rapuh, tidak kuat.[20]Kertas ampelas dapat digunakan untuk membedakan beberapa berlian palsu dari yang asli, namun ini juga bukan pengujian yang dapat diandalkan secara keseluruhan.[21] Jika sebuah berlian tidak asli, namun masih dapat lulus uji gores, karena banyak batu permata yang sangat keras — atau, jika gagal uji gores, Anda bisa saja menghancurkan permata yang mirip persis seperti berlian tersebut tanpa alasan bagus.
          6. sumber

close

Popular Post

Contact

© 2014 Jogja Gemstone
Distributed By My Blogger Themes | Designed By Bloggertheme9